Rabu, 05 Desember 2018

Melihat Peninggalan Sejarah Indonesia

Karawang ialah salah satu kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Barat. Yang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Namun sayang sekali Kota Karawang sangat sedikit peminat wisatawan untuk mengunjungi objek wisata sejarah yang ada di kota yang sekarang dijuluki Kota Pangkal Perjuangan itu. Baiklah, karena saya mencintai kota saya, untuk itu saya ingin menuliskan peninggalan-peninggalan sejarah di Kota Karawang .
Karawang yang berjuluk kota padi atau sekarang di sebut dengan kota pangkal perjuangan memang memiliki beberapa objek wisata alam dan objek wisata sejarah. Mulai dari curug Cijalu yang terletak di selatan Karawang sampai objek wisata sejarah yang berkaitan erat dengan kemerdekaan Negara Republik Indonesia tercinta ini. Seperti peristiwa penculikan Soekarno Hatta ke Rengas Dengklok dan peristiwa pembantaian warga sipil di Rawa Gede ada juga wisata candi peninggalan Kerajaan Tarumanegara di daerah Batujaya, wah keren yah .
Dimulai dari sejarah Monumen Rawagede yang terletak di Kecamatan Rawamerta itu. Objek wisata Monumen Rawa Gede ini di bangun untuk memperingati  peristiwa pembantaian masyarakat sipil oleh tentara Belanda yang kejam. Monumen ini telah  di bangun seperti piramida . Sekilas mirip seperti Monumen Jogja Kembali namun ukurannya lebih kecil dan bermotif. Di komplek monumen ini banyak terdapat puluhan makam warga sipil yang menjadi korban pembantaian Belanda. Bangunan monumen ini memiliki 2 lantai dan di sisi dinding luarnya di hiasi relif perjuangan warga Rawa Gede yang sangat bagus.  Di lantai dasar ada diorama peristiwa pembantaian warga sipil oleh Belanda sementara di lantai atas terdapat patung seorang perempuan  yang memangku tubuh anak dan suaminya yang tewas akibat peristiwa ini serta di  belakang patung ini terdapat puisi yang sudah terkenal milik Chairil Anwar .  
Destinasi berikutnya adalah monumen dimana tekad dan rumah tempat penculikan Soekarno Hatta dan yang ada di Rengas Dengklok. Monumen kebulatan tekad ini dibuat untuk mengenang peristiwa Rengas Dengklok, yaitu peristiwa “penculikan” Soekarno Hatta, di mana pada peristiwa tersebut telah terjadi kesepakatan untuk memproklamirkan Kemerdekaan RI . Di sini memang terdapat 2 buah Monumen kebulatan tekad, satu buah monumen lama dan satu lagi monumen baru yang belum di selesaikan.   Monumen ini lebih dikenal dengan sebutan Tugu Bojong, karena terletak di daerah Bojong Rengas Dengklok. Di dekat monumen itu terdapat sebuah pandopo yaitu tempat duduk yang melingkar seperti rumah namun tidak berdindin guna untuk persediaan bagi para pengunjung objek wisata tersebut. Di tengah ada sebuah lapangan yang setiap tahun akan dijadikan tempat upacara kemerdekaan. Setiap sore tempat itu selalu ramai oleh anak muda dan anak-anak sekolahan yang baru pulang sekolah. Karena tempatnya yang sejuk dan nyaman dan tempat itu pula sebagai tempat tongkrongan . Sambil melihat pemandangan monumen kebulatan tekad peninggalan pahlawan Negara Indonesia inilah.
Setiap wisatawan yang berkunjung ke Monumen kebulatan tekad di haruskan mengisi buku tamu dan membayar sumbangan suka rela saja. Dulunya Monumen kebulatan tekad ini adalah rumah tempat “penculikan” Soekarno Hatta namun setelah terjadi musibah banjir besar sungai citarum rumah menjadi rusak dan di pindahkan ke tempat yang lebih aman.  Di monumen ini terdapat banyak relif yang menggambarkan proses pembacaan teks proklamasi oleh Soekarno Hatta.
 Tak jauh dari sana,  sekitar 500 meter terdapat rumah bekas “penculikan”  Soekarno Hatta  sudah di pindahkan dari lokasi. Bangunan rumah ini masih di pertahankan bentuk aslinya yang bergaya betawi dan  di dominasi warna putih dan hijau yang menarik . Di rumah ini terdapat tiga ruangan yang bisa di lihat dengan jelas. Tiga ruangan itu terdiri dari dua buah kamar bekas Soekarno Hatta semetara satu ruangan lagi adalah ruang tamu. Di kamar yang menjadi bekas  Soekarno Hatta masih dipertahankan bentuk aslinya dan di ruang tamu terdapat foto – foto Soekarno Hatta. Peninggalan-peninggalan sejarah Indonesia yang terdapat di Kota Karawang memang sangat menarik. Sebetulnya sangat disayangkan karena peminat wisatawan sangat sedikit untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah tersebut.  Apalagi banyak rumor yang menyatakan bahwa banyaknya tempat-tempat yang bersejarah kini menjadi tempat pelecehan seksual.  Tapi sebagai Warga Negara Indonesia yang baik, kita harus tetap melestarikan dan merawat peninggalan warisan sejarah dari leluhur kita atau para pahlawan yang sudah berjuang membela Negara Indonesia yang menjadi merdeka. Dari peninggalan-peninggalan sejarah Indonesia di berbagai kota membuktikan bahwa peristiwa-peristiwa peperangan merebut kemerdekaan pada zaman dulu memang benar-benar ada dan memang betul betul terjadi. Untuk itu kita semua harus mengenang para pahlawan dengan tetap menjaga, menghargai, serta melestarikan warisan peninggalan sejarahnya dengan baik.